PT Solid Gold Berjangka | Emas Koreksi, Jobless Claims Perkuat Narasi Suku Bunga Tinggi

Harga Emas hari ini – Harga emas sedikit melemah pada Kamis (5/3) setelah hampir mendekati $5.200/ons di awal sesi, dengan aksi ambil untung muncul bersamaan dengan penguatan dolar AS usai rilis data ekonomi AS. Spot gold turun 0,4% ke US$5.121,05 per ons pada 08:50 ET (13:59 GMT).

Tekanan utama datang dari dolar yang kembali menguat. Indeks dolar menguat sekitar 0,3% ke 99,11, ditopang kombinasi permintaan safe haven dan repricing ekspektasi suku bunga setelah data AS dirilis.

Dari sisi data, pasar baru saja menerima data klaim pengangguran mingguan juga menambah narasi “labor market masih stabil”. Initial jobless claims tidak berubah di 213.000 untuk pekan yang berakhir 28 Februari (mendekati ekspektasi), sementara continuing claims naik 46.000 menjadi 1,868 juta, mengindikasikan sebagian pekerja membutuhkan waktu lebih lama untuk kembali bekerja. Data ini cenderung mendukung dolar melalui kanal ekspektasi suku bunga yang bertahan lebih tinggi, yang pada gilirannya menahan emas.

Meski terkoreksi, emas masih mendapat bantalan dari premi risiko geopolitik karena perang di Timur Tengah memasuki hari keenam. Namun, pergerakan harga menunjukkan sebagian investor cenderung mengonversi posisi menjadi kas saat volatilitas meningkat, alih-alih perubahan fundamental pada permintaan safe haven.

Di logam mulia lain, perak turun 1,1% ke US$82,618 per ons, sementara platinum turun 0,1% ke US$2.152,400 per ons, mencerminkan pelemahan yang sejalan dengan dolar yang lebih kuat dan konsolidasi pasca pergerakan tajam beberapa hari terakhir. – PT Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id

PT Solid | Beirut Kena Serang Lagi, Konflik Makin Meluas?

Harga Emas hari ini – Israel melancarkan serangan udara ke pinggiran selatan Beirut pada Senin, setelah Hezbollah mengklaim telah meluncurkan roket dan drone ke arah Israel. Aksi balasan itu disebut sebagai respons atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei dalam rangkaian eskalasi konflik terbaru di kawasan.

Serangan Israel menghantam kawasan yang dikenal sebagai basis kuat Hezbollah di Beirut selatan (Dahiyeh), dan menurut laporan saksi, ledakan terdengar berulang kali. Ini disebut sebagai salah satu gelombang serangan paling intens di Beirut sejak konflik besar Israel–Hezbollah pada 2024.

Militer Israel juga mengeluarkan perintah evakuasi untuk sejumlah lokasi, termasuk peringatan luas bagi warga di beberapa area Lebanon, seiring kekhawatiran operasi bisa meluas dan berlanjut.

Sementara itu, Hezbollah menyampaikan pesan “pembalasan” dan menyatakan serangan mereka akan berlanjut, memperkuat sinyal bahwa front Lebanon berpotensi kembali aktif di tengah konflik yang lebih besar di kawasan.

Di level regional, perkembangan ini menambah daftar titik panas setelah eskalasi AS–Israel vs Iran, dan pasar kembali memantau risiko meluasnya konflik ke negara-negara sekitar.

Israel menyerang Beirut selatan setelah Hezbollah meluncurkan roket & drone.

Hezbollah menyebut aksi itu sebagai balasan atas tewasnya Ali Khamenei.

Gelombang serangan ini termasuk yang paling intens di Beirut sejak perang 2024.

Militer Israel mengeluarkan instruksi evakuasi untuk sejumlah area di Lebanon.

Konflik berisiko melebar dan meningkatkan ketidakpastian regional. – PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

Solid Gold Berjangka | EUR/USD Stabil, Tarif Trump Jadi Beban Baru bagi Dolar

Harga Emas hari ini – Pasangan EUR/USD mempertahankan bias positif untuk dua hari berturut-turut pada Kamis, ditopang pelemahan dolar AS di tengah meningkatnya keresahan pasar terhadap kebijakan perdagangan Amerika Serikat. Pada sesi Asia, EUR/USD bergerak di kisaran 1,1815–1,1820, naik tipis sekitar 0,1%, meski laju penguatan masih terbatas dan belum menunjukkan dorongan bullish yang kuat.

Tekanan terhadap dolar muncul meski Federal Reserve mempertahankan nada yang relatif hawkish. Pelaku pasar menilai ketidakpastian terkait tarif Presiden AS Donald Trump kembali menjadi faktor dominan yang membuat pembeli dolar bersikap defensif. AS telah menerapkan tarif global 10% untuk barang yang tidak termasuk pengecualian, setelah putusan Mahkamah Agung membatasi skema tarif “resiprokal” sebelumnya.

Kekhawatiran pasar bertambah setelah Trump menyampaikan bahwa pemerintahannya sedang mengupayakan kenaikan tarif menjadi 15%. Prospek kenaikan tarif dinilai dapat memicu tindakan balasan mitra dagang dan mengganggu rantai pasok global, yang pada akhirnya berpotensi menekan pertumbuhan dan meningkatkan volatilitas. Kondisi ini membuat dolar kehilangan sebagian daya tariknya sebagai safe haven, sehingga memberi ruang bagi euro untuk bertahan di zona positif.

Dari sisi Eropa, euro juga mendapat dukungan dari spekulasi bahwa European Central Bank (ECB) mendekati akhir siklus pemangkasan suku bunga. Presiden ECB Christine Lagarde menilai kebijakan suku bunga berada dalam posisi yang “baik” dan mengisyaratkan tidak ada perubahan kebijakan yang segera dipertimbangkan, memperkuat posisi euro di tengah melemahnya dolar.

Meski demikian, investor masih berhati-hati untuk menambah posisi beli secara agresif. Parlemen Eropa menunda pemungutan suara terkait kesepakatan dagang Uni Eropa–AS, yang menambah ketidakpastian hubungan perdagangan lintas Atlantik. Pasar kini menantikan komentar lanjutan Lagarde serta rilis data AS seperti klaim tunjangan pengangguran sebagai pemicu berikutnya yang dapat menentukan apakah EUR/USD mampu memperpanjang kenaikan atau kembali bergerak konsolidatif. – Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Solid Gold | Emas Turun Harapan Pemangkasan Suku Bunga Fed Memudar

Solid Gold

Harga Emas hari ini – Harga emas melemah tipis pada perdagangan awal Rabu(25/2), memperpanjang penurunan dari sesi sebelumnya. Pelemahan ini dipicu oleh menurunnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan segera memangkas suku bunga, sehingga menekan daya tarik emas sebagai aset non-yielding.

Emas batangan menawarkan sekitar US$5.130 per ons, setelah turun 1,6% pada hari Selasa yang sekaligus mengakhiri reli empat hari. Presiden Federal Reserve Bank of Boston Susan Collins menyatakan suku bunga kemungkinan akan tetap tidak berubah “untuk beberapa waktu”, seiring data ekonomi terbaru menunjukkan pasar tenaga kerja AS kembali menguat.

Tekanan juga datang dari sinyal kebijakan The Fed yang masih berhati-hati. Risalah rapat kebijakan Fed Januari yang dirilis awal bulan ini menampilkan para pejabat bank sentral masih berhati-hati untuk melakukan pelonggaran lebih lanjut. Dalam kondisi suku bunga tinggi, emas umumnya menghadapi hambatan karena tidak memberikan ketidakseimbangan hasil bunga, sehingga menjadi kurang kompetitif dibandingkan instrumen berbunga.

Pada pukul 07.27 waktu Singapura, harga emas tercatat turun 0,3% menjadi US$5.131,00 per ons. Perak melemah 0,4% ke US$86,80, sementara platinum dan paladium juga bergerak turun. Di sisi mata uang, indeks dolar spot Bloomberg mengakhiri sesi sebelumnya dengan kenaikan tipis, yang juga menambah tekanan bagi logam mulia. – Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

Solid Gold Berjangka | Risalah The Fed & Kinerja Emiten Tekan Saham AS

Harga Emas hari ini – Wall Street ditutup melemah pada Kamis (19/2), setelah risalah rapat Federal Reserve (The Fed) memberi sinyal kebijakan yang cenderung lebih ketat dari perkiraan pasar. Tekanan juga datang dari reaksi investor terhadap kinerja emiten ritel, termasuk Walmart, yang berakhir turun usai merilis laporan kuartalan pertamanya di bawah CEO baru.

Di penutupan, S&P 500 turun 0,3% ke 6.862,16, Nasdaq Composite melemah 0,3% ke 22.682,73, dan Dow Jones Industrial Average turun 0,5% ke 49.395,16. Pelemahan ini menghapus sebagian reli sesi sebelumnya, ketika saham teknologi sempat rebound dan Nvidia menjadi salah satu penopang utama.

Risalah rapat kebijakan moneter The Fed untuk bulan Januari menunjukkan hampir seluruh anggota FOMC sepakat mempertahankan suku bunga pada level saat ini. Namun, dokumen tersebut menegaskan perbedaan pandangan di internal bank sentral soal langkah berikutnya, terutama terkait risiko inflasi.

Sejumlah pembuat kebijakan disebut masih membuka peluang pengetatan tambahan jika inflasi kembali bertahan di atas target 2%. Risiko dari perkembangan kecerdasan buatan (AI) juga menjadi sumber ketidakpastian, karena para pejabat terbelah mengenai apakah AI akan menekan inflasi lewat produktivitas atau justru memicu tekanan harga melalui dinamika pasar dan investasi.

Dari sisi data, pasar mencerna rangkaian rilis ekonomi AS. Defisit perdagangan barang dan jasa AS dilaporkan melebar menjadi $70,3 miliar pada Desember. Untuk tahun 2025, defisit perdagangan tercatat melebar menjadi $901,5 miliar.

Sementara itu, indikator pasar tenaga kerja memberi sinyal yang lebih kuat dari perkiraan. Departemen Tenaga Kerja AS mencatat klaim tunjangan pengangguran awal mingguan turun menjadi 206 ribu, di bawah ekspektasi 223 ribu—mendukung pandangan bahwa kondisi tenaga kerja masih relatif solid meski suku bunga berada di level tinggi. – PT Solid Gold

Sumber : Newsmaker.id

PT Solid Gold | Emas Jatuh di Bawah $4900 Saat Libur Imlek

Harga Emas hari ini – Harga emas turun ke bawah US$4.900 per ons, ketika sebagian besar wilayah Asia—yang merupakan kawasan dengan konsumsi terbesar—tutup karena libur Tahun Baru Imlek. Perak juga ikut melemah.

Emas spot sempat anjlok hingga 3% pada Selasa, menyentuh level intraday terendahnya dalam lebih dari sepekan. Pergerakan ini menyusul penurunan 1% pada sesi sebelumnya.

Logam mulia telah berada dalam reli kuat selama beberapa tahun terakhir yang makin cepat sepanjang Januari, sebelum terjadi aksi jual mendadak di akhir bulan tersebut. Dari puncak di atas US$5.595 per ons, emas berbalik turun ke sekitar US$4.400 hanya dalam dua hari. Setelah itu harga kembali pulih sebagian, meski volatilitas masih tinggi.

Permintaan ritel yang solid di China dan India—dua pasar terbesar untuk emas fisik—menjadi penopang utama harga dalam beberapa bulan terakhir.

Data impor India menunjukkan impor emas dan perak yang nyaris mendekati rekor hingga Januari. Negara tersebut mengimpor emas lebih dari US$12 miliar selama periode itu, menjadi total bulanan tertinggi ketiga sepanjang sejarah. Impor perak melonjak hingga melampaui US$2 miliar.

Di sisi lain, banyak bank—termasuk BNP Paribas SA, Deutsche Bank AG, dan Goldman Sachs Group Inc.—memproyeksikan harga emas akan kembali melanjutkan tren naik, karena faktor-faktor yang menopang kenaikan stabil emas diperkirakan tetap bertahan.

“Kami masih melihat dua faktor makro utama yang mendukung emas: inflasi dan pelemahan nilai dolar,” tulis para analis Jefferies, termasuk Fahad Tariq, dalam sebuah catatan, sambil menaikkan proyeksi harga emas tahun 2026 menjadi US$5.000 per ons dari sebelumnya US$4.200. Investor dan bank sentral yang khawatir dengan faktor-faktor ini, kata mereka, “pada dasarnya hanya punya satu pilihan: aset keras (hard assets).”

Arah suku bunga AS tetap menjadi sorotan setelah data inflasi pada Jumat tercatat lebih rendah dari perkiraan. Pasar AS akan kembali buka pada Selasa malam setelah libur Presidents’ Day, dan pelaku pasar akan mencermati risalah (minutes) rapat The Fed bulan Januari—yang dijadwalkan rilis Rabu—untuk membaca ulang kondisi ekonomi.

Sementara itu, perak sempat jatuh hingga 5,4% sebelum memangkas sebagian penurunannya. Logam putih ini memang dikenal lebih liar dibanding emas, karena ukuran pasarnya lebih kecil dan likuiditasnya lebih rendah. Meski begitu, pergerakan terbaru—yang disebut sebagai volatilitas tertinggi sejak 1980—mencolok karena skala dan kecepatannya.

Pada pukul 09.16 pagi waktu New York, emas spot turun 1,9% menjadi US$4.895,62 per ons. Perak melemah 3,18% ke US$74,17. Platinum dan palladium juga turun. Indeks Bloomberg Dollar Spot—pengukur kekuatan dolar AS—naik 0,25%. – PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

PT Solid Gold Berjangka | CPI Jadi Jadi Penentu Arah Dolar

Harga Emas hari ini – Indeks Dolar AS (DXY) bertahan di area 97,00 pada sesi Asia Jumat, mencatat penguatan hingga hari ketiga berturut-turut. Meski begitu, pergerakan cenderung terbatas karena pelaku pasar berhati-hati menjelang rilis data inflasi Amerika Serikat, yakni Indeks Harga Konsumen (CPI) Januari, yang dianggap sebagai pemicu volatilitas berikutnya.

Konsensus pasar memperkirakan inflasi utama (headline) melambat menjadi 2,5% dari 2,7%, sementara inflasi inti (core) diproyeksikan turun menjadi 2,5% dari 2,6%. Jika realisasi CPI lebih rendah dari perkiraan, hal itu dapat membuka ruang bagi Federal Reserve untuk kembali melanjutkan pemangkasan suku bunga, setelah sebelumnya menahan kebijakan pada pertemuan pertama tahun ini.

Saat ini, pasar masih memproyeksikan sekitar dua kali pemangkasan suku bunga The Fed sepanjang tahun 2026, dengan peluang pemotongan pertama cenderung terjadi pada paruh kedua tahun ini menyusul data ketenagakerjaan Januari yang lebih kuat dari perkiraan. Namun, permasalahannya tetap ada, termasuk terkait potensi penyesuaian neraca bank sentral dan dinamika kebijakan menjelang perkiraan penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed pada Mei.

Dari sisi komunikasi kebijakan, Gubernur The Fed Stephan Miran menyampaikan bahwa kebijakan moneter secara efektif telah “mengetat” dengan sendirinya, sehingga terdapat ruang untuk suku bunga yang lebih rendah. Miran menilai inflasi—setelah disesuaikan dari distorsi tertentu—sudah mendekati target, sementara pasar tenaga kerja masih menyisakan kelonggaran. Sejalan dengan itu, indikator CME FedWatch menunjukkan probabilitas hampir 91% bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunga pada pertemuan berikutnya, meningkat dibandingkan 77% pada pekan sebelumnya. – PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

PT Solid Gold | AUD/USD melonjak ke level tertinggi setelah data NFP melampaui ekspektasi

Harga Emas hari ini – AUD/USD diperdagangkan sekitar 0,7110 pada hari Rabu saat penulisan ini, naik 0,56% pada hari itu, didukung oleh latar belakang eksternal yang lebih menguntungkan dan nada hawkish dari Reserve Bank of Australia (RBA).

Dolar Australia (AUD) pertama kali diuntungkan dari rilis Indeks Harga Konsumen (CPI) China, karena China adalah mitra dagang utama Australia. Inflasi China naik 0,2% YoY pada Januari, setelah sebelumnya naik 0,8%. Meskipun angka tersebut berada di bawah ekspektasi pasar, hal itu menandakan stabilisasi tekanan disinflasi dan mendukung mata uang yang terkait dengan Asia, termasuk dolar Australia.

Di dalam negeri, komentar dari Wakil Gubernur RBA Andrew Hauser memberikan dukungan tambahan bagi mata uang tersebut. Ia menyatakan pada hari Selasa bahwa inflasi masih terlalu tinggi dan bahwa lembaga tersebut siap melakukan apa pun yang diperlukan untuk mengembalikannya ke target. Pasar kini memperkirakan kemungkinan besar kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin lagi pada pertemuan mendatang, memperkuat daya tarik relatif Dolar Australia.

Data kredit perumahan juga mengkonfirmasi ketahanan permintaan domestik. Peningkatan pinjaman pembeli rumah pertama dan kenaikan ukuran pinjaman rata-rata menyoroti momentum yang masih solid di pasar perumahan, faktor yang dapat mempertahankan tekanan harga.

Di sisi AS, laporan ketenagakerjaan meredam optimisme di antara penjual Dolar AS (USD). Data Nonfarm Payrolls (NFP) yang dirilis oleh Biro Statistik Tenaga Kerja menunjukkan peningkatan 130.000 pekerjaan pada bulan Januari, di atas ekspektasi 70.000, sementara Tingkat Pengangguran turun menjadi 4,3%. Pertumbuhan upah tahunan, sebagaimana diukur oleh Pendapatan Per Jam Rata-rata, tetap stabil di 3,7%. Unsur-unsur ini mendukung pandangan bahwa Federal Reserve (Fed) dapat mempertahankan suku bunga dalam kisaran 3,50%-3,75% saat ini pada pertemuan mendatang.

Namun, revisi penurunan yang signifikan terhadap angka-angka sebelumnya, terutama sebagai bagian dari revisi patokan tahunan, menyoroti tren ketenagakerjaan yang lebih rapuh tahun lalu. Pembacaan yang lebih bernuansa ini membatasi dukungan untuk Dolar AS dan memungkinkan AUD/USD untuk mempertahankan bias bullish jangka pendek.

Investor kini beralih ke data Australia yang akan datang, terutama Ekspektasi Inflasi Konsumen yang akan dirilis pada hari Kamis, untuk menilai apakah data tersebut mengkonfirmasi pesan hawkish dari Reserve Bank of Australia. – PT Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

PT Solid | Saham Hong Kong Ngebut di Awal Pekan

Harga Emas hari ini – Saham Hong Kong langsung tancap gas pada Senin pagi. Indeks Hang Seng naik 488 poin atau sekitar 1,8% ke level 27.051, memantul setelah sempat melemah di sesi sebelumnya.

Sentimen ikut ketarik dari Wall Street. Reli pada Jumat bikin Dow Jones tembus 50.000 untuk pertama kalinya, dan itu ngasih “angin belakang” buat pasar Asia. Investor juga mulai lebih fokus ke prospek pertumbuhan AS dan peluang pemangkasan suku bunga The Fed, ketimbang terlalu khawatir soal isu belanja AI.

Dari sisi lokal, ada kabar yang bikin mood makin enak: cadangan devisa Hong Kong dilaporkan mencapai level tertinggi dalam tiga tahun pada Januari. Ini jadi sinyal stabilitas, sekaligus bantu meredam rasa was-was di pasar.

Penguatan terjadi hampir di semua sektor, terutama keuangan, properti, dan teknologi—sejalan dengan pergerakan positif di pasar China daratan. Meski begitu, pasar masih pasang rem tipis menjelang rilis data inflasi China (CPI dan PPI) pekan ini, plus libur Tahun Baru Imlek yang mulai 15 Februari.

Beberapa saham yang menonjol di awal sesi antara lain China Overseas Land, KE Holdings, SMIC, AIA Group, dan HKEX. Yang paling jadi sorotan: Montage Technology melesat 57% pada debutnya di bursa Hong Kong setelah menghimpun dana sekitar HKD 7,04 miliar—tanda minat investor masih kenceng untuk emiten teknologi hardware, khususnya pemain besar di rantai pasok chip. – PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

PT Solid Gold Berjangka | Yen Jadi Primadona Safe Haven Saat Risk-Off Makin Dalam

Harga Emas hari ini – Yen menguat dan memimpin pergerakan aset safe-haven ketika gelombang risk-off semakin dalam, menyusul aksi jual tajam di saham dan komoditas yang berlanjut sejak semalam. Kondisi ini mendorong investor keluar dari mata uang berisiko dan kembali ke aset yang dianggap lebih aman.

Di pasar valas, USD/JPY turun 0,3% ke 156,60, setelah sebelumnya dolar ditutup menguat selama lima hari beruntun pada Kamis. Di sisi lain, dolar Australia (Aussie) melemah 0,4% ke 0,6900, dengan tekanan tambahan terkait aktivitas opsi besar yang disebut dipenuhi oleh penjual berleverage, menurut trader FX berbasis Asia.

Sementara itu, Bloomberg Dollar Spot Index naik 0,1% dan berpotensi mencatat kenaikan hari ketiga berturut-turut. Pergerakan imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury) terpantau bervariasi namun relatif stabil, menandakan pasar masih “wait and see” sambil membaca arah risiko berikutnya.

Dari sisi komoditas, perak kembali tertekan: harganya sempat turun hingga 9%, melanjutkan penurunan hampir 20% pada Kamis. Penurunan ini diperparah oleh tanda-tanda pelemahan di pasar tenaga kerja AS, yang ikut memperdalam retreat dari saham dan komoditas sekaligus meningkatkan spekulasi bahwa Federal Reserve bisa mengambil langkah pelonggaran kebijakan.

“Kondisi pasar saat ini sangat tegang, sampai-sampai yen tetap dicari meski ada ketidakpastian pemilu akhir pekan ini,” ujar Nick Twidale, Chief Market Analyst di AT Global Markets. Ia menambahkan, dana investor kini lebih fokus pada risiko paling dekat—apakah logam dan saham bisa menemukan “dasar” penurunan—sehingga mata uang safe-haven cenderung tetap diburu.

Di pasar saham, kontrak berjangka S&P 500 mini turun 0,5%, sementara indeks Nikkei 225 di Jepang sempat merosot hingga 1,6%. Di G10 lain, EUR/USD stabil di 1,1779 dan GBP/USD datar di 1,3527.

Untuk mata uang komoditas lainnya, NZD/USD turun 0,1% ke 0,5942, memperkuat sinyal bahwa investor masih memilih defensif di tengah volatilitas yang tinggi. – PT Solid Gold Berjangka

Sumber : Newsmaker.id