Reserve Bank of Australia RBA Rates Michele Bullock
Solid Gold Berjangka | Bank sentral Australia kembali menaikkan suku bunga acuannya pada hari Selasa (7/11) dalam sebuah langkah yang telah diantisipasi secara luas, sembari mengisyaratkan adanya hambatan yang lebih besar untuk melakukan pengetatan lebih lanjut, sehingga membuat mata uangnya melemah.
Reserve Bank menaikkan suku bunga ke level tertinggi dalam 12 tahun sebesar 4,35%, sebuah keputusan yang diprediksi oleh 29 dari 32 ekonom yang disurvei oleh Bloomberg. RBA dan Bank of Japan (BoJ) merupakan satu-satunya bank sentral maju yang diperkirakan akan mengambil tindakan dalam enam bulan ke depan, dan sisanya diperkirakan akan menahan atau bahkan memangkas suku bunganya.
“Apakah pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa inflasi kembali ke target dalam jangka waktu yang wajar akan bergantung pada data dan penilaian risiko yang terus berkembang,” kata Gubernur RBA Michele Bullock dalam pernyataan pasca-pertemuannya.
Dolar Aussie turun 0,4% menjadi 64,66 sen AS pada pukul 14:38 siang di Sydney dan imbal hasil obligasi pemerintah tiga tahun yang sensitif terhadap kebijakan turun 1 basis poin menjadi 4,26%. Para pedagang memangkas ekspektasi mereka terhadap kenaikan suku bunga pada tahun 2024 menjadi sekitar 50%, dari perkiraan 60% yang terlihat pada hari Selasa sebelumnya.
Keputusan bank sentral untuk mengakhiri jeda empat pertemuan menyusul data inflasi yang lebih kuat dari perkiraan, menunjukkan bahwa bank sentral memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk mengendalikan harga. Australia bergerak lebih lambat dibandingkan negara-negara lain dalam respons kebijakannya, dengan menaikkan suku bunga sebesar 4,25 poin persentase dibandingkan dengan 5,25 poin di Selandia Baru dan Amerika Serikat.
Lambatnya RBA mencerminkan upayanya untuk membawa perekonomian ke kondisi yang lemah (soft landing). Bullock dan rekan-rekannya juga menyadari dampak pengetatan terhadap peminjam Australia yang sangat bergantung pada suku bunga variabel, tidak seperti di AS yang sebagian besar hipoteknya berjangka waktu 30 tahun.
Penilaian pasar uang menyiratkan bahwa RBA mungkin akan menaikkan suku bunganya sekali lagi dengan inflasi diperkirakan akan tetap di atas target 2-3% hingga tahun 2025, sementara The Fed diperkirakan akan menurunkan suku bunganya dengan data terbaru AS yang menunjukkan peningkatan pengangguran. (knc)
Sumber : Bloomberg,PT SGB, Solid Gold Berjangka, Solid Group








