PT Solid | Minyak Melemah, Pasar Menanti Terobosan Ukraina

Harga Emas hari ini – Harga minyak terus melemah setelah mencatat kerugian mingguan terbesar sejak awal Oktober, seiring para pedagang mempertimbangkan prospek kesepakatan damai Ukraina-Rusia yang dapat meningkatkan aliran minyak mentah ke pasar yang sudah tercukupi pasokannya.

Brent diperdagangkan di atas $62 per barel setelah merosot hampir 3% pekan lalu, sementara West Texas Intermediate berada di bawah $58. Para pemimpin Eropa dan sekutu lainnya telah memberi tahu AS bahwa rencana tersebut perlu dikaji lebih lanjut untuk mencoba dan mengekang pemerintahan Trump yang ingin memberikan konsesi kepada Rusia dan memberlakukan persyaratan sebelum Thanksgiving.

Menyusul perundingan AS-Ukraina pada hari Minggu di Jenewa, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan bahwa batas waktu yang diusulkan Presiden Donald Trump, 27 November, untuk mengamankan dukungan Ukraina terhadap rencana tersebut dapat bergeser ke pekan berikutnya.

Para pedagang minyak mentah memantau dengan cermat apakah kesepakatan akan terwujud, dan apakah sanksi terhadap Rusia akan dicabut secara bertahap — perkembangan yang dapat menyuntikkan pasokan tambahan ke pasar yang sudah mengantisipasi surplus besar tahun depan. OPEC+ dan produsen lainnya, terutama di Amerika, telah meningkatkan produksi, dan prospeknya telah menempatkan harga di jalur penurunan tahunan.

Brent untuk pengiriman Januari turun 0,4% menjadi $62,34 per barel pada pukul 07.14 pagi di Singapura.

WTI untuk pengiriman Januari turun 0,3% menjadi $57,88 per barel. – PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

PT Solid Gold Berjangka | Trump Bikin California Murka soal Pengeboran Laut

Harga Emas hari ini – Presiden AS Donald Trump mengumumkan rencana besar untuk memperluas izin pengeboran minyak dan gas lepas pantai di perairan Amerika, termasuk di depan pantai California. Padahal, pemerintah California sangat menolak pengeboran di sepanjang garis pantai mereka yang terkenal dan jadi ikon pariwisata. Rencana dari Departemen Dalam Negeri ini sejalan dengan agenda Trump soal “dominasi energi”, yaitu mendorong produksi bahan bakar fosil dalam negeri. Nggak heran, Gubernur California Gavin Newsom langsung marah dan menyebut rencana ini berbahaya bagi ekonomi, lingkungan, dan warga pesisir California.

Dalam proposal tersebut, pemerintah mempertimbangkan 21 kali lelang izin pengeboran di lepas pantai Alaska, tujuh di Teluk Meksiko, dan enam di Samudra Pasifik di sepanjang pantai California. Rencana ini juga membuka peluang penyewaan wilayah di bagian timur Teluk Meksiko, yang selama ini dilindungi karena dipakai untuk latihan militer. Beberapa pejabat negara bagian seperti Florida menolak keras perubahan ini. Padahal, secara kontribusi, produksi dari wilayah Pasifik selama ini sangat kecil, hanya sekitar 0,1% dari produksi minyak AS, sementara sebagian besar produksi lepas pantai berasal dari Teluk Meksiko.

Rencana Trump ini juga akan mengganti jadwal lelang era Presiden Joe Biden, yang hanya mengizinkan tiga penjualan sewa di Teluk Meksiko. Menteri Dalam Negeri Doug Burgum membela rencana ini dengan alasan menjaga kekuatan industri energi lepas pantai dan lapangan kerja di Amerika. Di sisi lain, industri minyak dan gas menyambut positif, tapi kelompok lingkungan mengecam keras. Mereka khawatir perluasan pengeboran lepas pantai akan meningkatkan risiko tumpahan minyak besar-besaran, merusak pantai, merugikan pariwisata, dan mengancam ekosistem laut. Kelompok konservasi menyebut rancangan rencana ini sebagai “mimpi buruk tumpahan minyak” karena dinilai lebih memihak perusahaan minyak daripada melindungi lingkungan dan masyarakat pesisir. – PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Solid Gold Berjangka | Trump Incar Pembatalan Aturan AI di Negara Bagian

Harga Emas hari ini – Presiden AS Donald Trump sedang mempertimbangkan untuk mengeluarkan perintah eksekutif (executive order) yang isinya berusaha mengalahkan atau membatalkan aturan-aturan AI di level negara bagian. Caranya, lewat gugatan hukum dan dengan mengancam menahan dana federal untuk beberapa program, menurut draf yang dilihat Reuters. Langkah ini menunjukkan seberapa jauh Trump mau melindungi perusahaan AI dari aturan negara bagian yang dinilai bisa menghambat inovasi. Namun seorang pejabat Gedung Putih bilang, selama belum diumumkan resmi, rencana ini masih sebatas pembahasan.

Dalam draf itu, Trump ingin menugaskan Jaksa Agung Pam Bondi membentuk “Satuan Tugas Litigasi AI” yang fokus utamanya menggugat undang-undang AI di negara bagian. Argumennya: aturan-aturan itu dianggap mengganggu perdagangan antarnegara bagian, bertentangan dengan aturan federal, atau melanggar hukum. Perintah tersebut juga akan mengarahkan Departemen Perdagangan untuk meninjau aturan-aturan AI di negara bagian dan bisa mengeluarkan panduan yang membuat dana broadband federal ditahan dalam kondisi tertentu. Sebelumnya, Senat sudah pernah menolak upaya memblokir undang-undang AI negara bagian lewat undang-undang lain, karena banyak anggota parlemen negara bagian dan jaksa agung – dari Partai Republik maupun Demokrat – menilai pembatasan itu akan melemahkan kemampuan mereka melindungi warga dari penipuan, deepfake, dan konten pelecehan anak berbasis AI.

Isu ini kembali panas setelah Trump mendukung upaya Partai Republik di Kongres untuk menyisipkan ketentuan serupa ke dalam UU pertahanan tahunan (NDAA). Sejumlah anggota Kongres dari kedua partai, termasuk Senator Adam Schiff (Demokrat) dan Josh Hawley (Republik), menolak langkah ini. Dalam draf perintah eksekutif, Trump juga meminta timnya, termasuk direktur legislatif Gedung Putih James Braid dan kepala AI David Sacks, untuk mengusulkan undang-undang federal yang bisa “mengungguli” aturan AI negara bagian. Draf tersebut secara khusus mengkritik aturan pengungkapan AI di California yang disebut “rumit dan memberatkan”, serta aturan Colorado soal diskriminasi algoritmik yang dinilai bisa “memaksa” model AI memasukkan prinsip keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) dalam pemrogramannya. – Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

PT Solid Gold | Nikkei Terseret Sentimen Takut, Buru Diskon Kalah Kuat

Harga Emas hari ini – Indeks Nikkei ditutup melemah 0,9% ke level 48.281,47 pada perdagangan hari ini, menghapus seluruh penguatan di awal sesi. Sentimen risk-off kembali mendominasi, sehingga minat beli murah (bargain hunting) tidak cukup kuat menahan tekanan jual. Pasar saham global sendiri dalam beberapa hari terakhir memang berada di bawah tekanan yang cukup berat.
Analis Global Macro FOREX.com, Fawad Razaqzada, mengatakan pasar dunia sedang berada di bawah tekanan intens. Salah satu pemicu sentimen negatif di sektor teknologi adalah kekhawatiran menjelang rilis laporan keuangan Nvidia yang akan keluar pada Rabu waktu setempat. Investor memilih bersikap hati-hati dan cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko.
Sejumlah saham besar di indeks Nikkei tercatat jadi pemberat utama. Saham MODEC Inc. anjlok sekitar 8,0%, Kioxia Holdings turun 5,6%, dan Ebara merosot 7,3%. Di pasar valuta asing, pasangan USD/JPY bergerak relatif stabil di kisaran 155,43, tidak jauh berbeda dari level akhir perdagangan Selasa di New York yang berada di sekitar 155,52. – PT Solid Gold
Sumber: Newsmaker.id

PT Solid Gold Berjangka | Saham Asia Jatuh, Teknologi Tekan Wall Street

Solid Gold

Harga Emas hari ini – Indeks di Jepang, Korea Selatan, dan Australia semuanya dibuka melemah, bahkan ketika indeks kawasan tersebut bersiap untuk kenaikan ketiganya dalam empat minggu. S&P 500 ditutup 1,7% lebih rendah sementara Nasdaq 100 turun 2,1% pada hari Kamis. Perhatian juga tertuju pada pound pada hari Jumat, yang jatuh setelah Financial Times mengatakan Menteri Keuangan Inggris Rachel Reeves membatalkan kenaikan pajak penghasilan yang direncanakan.

Dolar, emas, dan obligasi pemerintah semuanya mempertahankan kerugian mereka karena investor menganalisis komentar dari pejabat The Fed yang meragukan pemangkasan suku bunga pada bulan Desember. Selain itu, laporan pekerjaan bulan Oktober akan dirilis tanpa pembacaan tingkat pengangguran. Pergerakan tersebut memberikan pukulan baru pada sentimen risiko, yang disorot oleh penjualan besar-besaran pada raksasa teknologi yang terbang tinggi di tengah meningkatnya kekhawatiran valuasi. Di bawah permukaan, beberapa investor menunjuk pada rotasi ke sektor yang lebih defensif. Dengan optimisme atas pembukaan kembali pemerintah AS yang sebagian besar sudah diperhitungkan, para pedagang sekarang berfokus pada gelombang data ekonomi yang akan datang, karena peluang penurunan suku bunga Fed pada bulan Desember turun di bawah 50%. “Ini adalah pasar yang mahal dan pasar yang mahal membutuhkan suku bunga yang lebih rendah untuk membantu membenarkan valuasi yang tinggi saat ini,” kata Matt Maley di Miller Tabak + Co. “Jadi, gagasan bahwa ini dapat berubah dengan cepat dengan begitu banyak data yang keluar sekaligus, ketidakpastian ini menimbulkan beberapa ketakutan di pasar.”

Sementara Presiden Donald Trump menandatangani undang-undang untuk mengakhiri penutupan terpanjang dalam sejarah AS, mungkin masih perlu beberapa saat bagi birokrasi federal untuk memulai kembali sepenuhnya. Meskipun demikian, laporan pekerjaan Oktober akan melewatkan tingkat pengangguran karena survei rumah tangga tidak dilakukan, penasihat ekonomi utama AS Kevin Hassett mengatakan kepada Fox News’ America’s Newsroom. Beberapa pedagang mungkin khawatir bahwa penghilangan data penting karena penutupan dapat memperkuat argumen bagi para pejabat untuk tetap pada pendiriannya. Saat ini, para pedagang memperkirakan peluang yang hampir sama bahwa Fed akan memangkas suku bunga pada bulan Desember.

Ketua Jerome Powell mengatakan bulan lalu bahwa pengurangan adalah “bukan kesimpulan yang sudah pasti,” dengan keputusan yang akan didasarkan pada informasi yang masuk.

Dalam pernyataan terpisah, Presiden Fed Bank of St. Louis Alberto Musalem mengatakan para pejabat harus bergerak hati-hati pada suku bunga dengan inflasi yang berjalan di atas target, sementara mitranya dari Cleveland Beth Hammack mencatat kebijakan harus tetap “agak ketat.” Presiden Fed Minneapolis, Neel Kashkari, mengatakan ia tidak mendukung pemangkasan suku bunga terakhir dan belum memutuskan mengenai bulan Desember.

Di tempat lain, Presiden Donald Trump sedang mempersiapkan pemangkasan tarif substansial yang dirancang untuk mengatasi tingginya harga pangan dan serangkaian kesepakatan perdagangan baru seiring upayanya untuk mengatasi kekhawatiran pemilih mengenai biaya barang.

Di Asia, investor menunggu data yang akan dirilis pada hari Jumat mengenai harga rumah, penjualan ritel, dan tingkat pengangguran di Tiongkok, menyusul tanda-tanda perlambatan di pasar kredit. Perhitungan Bloomberg berdasarkan data yang dirilis oleh Bank Rakyat Tiongkok pada hari Kamis menunjukkan ekspansi kredit Tiongkok berada pada titik terlemah dalam lebih dari setahun bulan lalu, tertekan oleh penjualan obligasi pemerintah yang lebih lambat dan permintaan pinjaman yang lesu di seluruh perekonomian. – PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Solid Gold Berjangka | Nikkei Datar, Didukung Saham Keuangan

Solid Gold

Harga Emas hari ini – Indeks Saham Nikkei Jepang datar di level 51.063,78 karena kenaikan saham keuangan mengimbangi penurunan saham teknologi dan energi. Nomura Holdings naik 2,7% dan Mitsubishi UFJ Financial Group naik 2,0%, sementara SoftBank Group turun 2,2% dan Eneos Holdings turun 1,1%. Indeks pasar yang lebih luas, Topix, naik 0,4% ke level 3.372,55.

USD/JPY berada di level 154,84, dibandingkan dengan 154,66 pada penutupan pasar saham Tokyo hari Rabu. Investor mencermati laporan keuangan perusahaan kuartalan. Daiwa House Industry dan SMC dijadwalkan merilis laporan keuangan mereka pada Kamis malam. – Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

Solid Gold | Nikkei 225 Naik 0,8%, Dipimpin oleh Saham Teknologi dan Elektronik

Solid Gold

Harga Emas hari ini – Saham Jepang menguat berkat pelemahan yen baru-baru ini dan harapan akan penguatan kinerja keuangan domestik. Saham teknologi dan elektronik memimpin penguatan. SoftBank Group naik 3,0% dan Lasertec naik 1,8%.

USD/JPY berada di level 154,16, dibandingkan dengan 153,96 pada penutupan pasar saham Tokyo hari Senin. Investor mencermati laporan keuangan perusahaan kuartalan. Sony Group dan Kawasaki Heavy Industries akan merilis laporan keuangan mereka Selasa malam. Indeks Nikkei naik 0,8% ke level 51.336,61. – Solid Gold

Sumber: Newsmaker.id

PT Solid | Hang Seng Naik di Tengah Harapan Redanya Deflasi Tiongkok

Harga Emas hari ini – Saham Hong Kong menguat pada Senin(10/11/25) pagi setelah data menunjukkan harga konsumen Tiongkok naik 0,2% secara tahunan pada Oktober – kenaikan tertinggi sejak Januari. Kabar ini memicu harapan bahwa tekanan deflasi di ekonomi terbesar kedua dunia mulai mereda. Indeks Hang Seng naik 0,5% ke 26.375, sementara indeks Hang Seng Tech justru melemah tipis 0,2%.

Kenaikan dipimpin oleh saham Pop Mart yang melonjak hampir 5%, diikuti ZTO Express dan New Oriental yang masing-masing naik 2,7%. Namun, sebagian kenaikan tertahan oleh pelemahan saham Lenovo dan SMIC. Para analis menilai lonjakan inflasi ini terutama dipicu oleh meningkatnya belanja selama libur Hari Nasional, sehingga efek positifnya kemungkinan tidak bertahan lama.

Sementara itu, bursa Asia lainnya juga menguat. Nikkei Jepang naik 0,9%, Kospi Korea Selatan melesat 2,7%, dan indeks S&P/ASX 200 Australia naik 0,7%, mencerminkan sentimen positif di kawasan. – PT Solid

Sumber: Newsmaker.id

PT Solid Gold Berjangka | Armada Tiongkok, Risiko Amerika?

Harga Emas hari ini – Pemerintahan Trump menangguhkan biaya dok untuk kapal buatan Tiongkok sebagai bagian dari “gencatan senjata dagang” bulan lalu. Langkah ini menuai kritik karena dinilai melemahkan upaya AS melindungi akses ke pelabuhan-yang disebut sebagai hak istimewa-serta menambah kerentanan rantai pasokan.

Ketergantungan AS pada armada Tiongkok kini sangat besar. Tahun lalu, barang senilai lebih dari $5 triliun mengalir lewat pelabuhan AS, termasuk $3 triliun impor, dan hampir sepertiganya diangkut kapal yang dibangun, dimiliki, atau dioperasikan Tiongkok. Industri galangan kapal AS sendiri merosot tajam: dari 77 kapal komersial yang dibangun pada 1975 menjadi kurang dari lima pesanan saat ini, terutama sejak subsidi federal dihentikan pada 1982—menghilangkan puluhan ribu pekerjaan terampil.

Sebaliknya, Tiongkok memperluas dominasi maritimnya selama 25 tahun terakhir berkat subsidi besar. Negara itu kini memproduksi 55% kapal laut dunia (naik dari 5% pada 1999), membuat 95% kontainer pengiriman dan 70% derek pelabuhan global, serta punya kendali atau saham di hampir 100 pelabuhan utama. Dampaknya bukan sekadar ekonomi: sekitar 90% kargo militer AS diangkut lewat laut, sehingga ketergantungan ini dipandang mengancam keamanan nasional.

Kebijakan biaya dok yang ditangguhkan sebenarnya dirancang untuk menyeimbangkan persaingan. Aturannya mengenakan $50 per ton kapasitas kargo pada kapal milik/dioperasikan perusahaan Tiongkok (naik bertahap ke $140 pada 2028), dan tarif lebih rendah bagi operator non-Tiongkok yang memakai kapal buatan Tiongkok ($18 per ton atau $120 per kontainer). Pemilik kapal bisa mendapat pengurangan jika memesan kapal buatan AS dalam tiga tahun. Indikasi awalnya positif: pangsa kapal buatan Tiongkok di tiga rute utama AS sempat turun hampir delapan poin persentase, dan analis memperkirakan dalam setahun hanya satu dari 20 kapal di pelabuhan AS yang akan dibuat di Tiongkok.

Penghentian biaya dinilai mengirim sinyal yang salah ke Beijing dan melemahkan koordinasi dengan sekutu maritim seperti Korea Selatan dan Jepang. Setiap penundaan berisiko membuat galangan Tiongkok kian menguat sementara galangan AS tetap menganggur. Sejumlah ekonom mendesak Washington segera memberlakukan kembali biaya dok dan konsisten mengejar kemandirian maritim untuk mengurangi risiko pada ekonomi dan keamanan nasional. – PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id

PT Solid Gold Berjangka | Wall Street Guncang, Asia Terseret

PT Solid Gold

Harga Emas hari ini – Saham Asia tergelincir di pembukaan Jumat(7/11), mengikuti sesi berombak di Wall Street. Indeks MSCI Asia Pasifik turun sekitar 0,2%, dipimpin pelemahan di Jepang, sementara Korea Selatan dan Australia juga melemah tipis. Di AS, S&P 500 turun 1,1% dan Nasdaq 100 merosot 1,9% untuk kedua kalinya dalam tiga sesi, seiring aksi jual pada saham-saham AI seperti Nvidia hingga Palantir. Indikator volatilitas sempat menyentuh 20, mencerminkan kegelisahan pasar yang meningkat.

Di obligasi, harga Treasury melemah tipis di awal sesi Asia setelah reli besar sebelumnya, ketika imbal hasil 10-tahun mencatat penurunan harian terbesar dalam sebulan akibat lonjakan data PHK Oktober. Di sisi mata uang, Indeks Dolar Bloomberg bergerak datar setelah penurunan terdalam sejak pertengahan Oktober, sementara nada pejabat The Fed yang hawkish soal inflasi menahan spekulasi pemangkasan suku bunga terlalu cepat.

Secara global, MSCI All Country World Index menuju penurunan mingguan pertama dalam empat pekan. Investor yang sebelumnya mendorong reli karena harapan pemangkasan suku bunga dan tema pertumbuhan AI kini mempertanyakan hasil dari belanja modal jumbo sektor tersebut. Minimnya data resmi akibat penutupan pemerintah AS membuat pasar bergantung pada rilis swasta: Challenger, Gray & Christmas mencatat 153.074 PHK pada Oktober-hampir tiga kali lipat setahun lalu-tertinggi untuk bulan Oktober sejak 2003, memicu pandangan bahwa The Fed perlu lebih berhati-hati meski pasar uang kini menilai peluang pemangkasan bulan depan di atas 70%.

Di ekuitas, sorotan pada kebutuhan pendanaan OpenAI dan sejumlah perusahaan AI kian menekan sentimen-Nasdaq 100 kini hampir 4% di bawah rekor 29 Oktober meski masih naik -20% sejak awal tahun. Dari sisi kebijakan, AS mengusulkan pencabutan tarif impor peralatan industri kapal tertentu dari Tiongkok. Sementara itu, di komoditas, minyak menguat tipis namun tetap menuju penurunan mingguan kedua karena kekhawatiran kelebihan pasokan global. (az)

Sumber: Newsmaker.id

Saham Asia tergelincir di pembukaan Jumat(7/11), mengikuti sesi berombak di Wall Street. Indeks MSCI Asia Pasifik turun sekitar 0,2%, dipimpin pelemahan di Jepang, sementara Korea Selatan dan Australia juga melemah tipis. Di AS, S&P 500 turun 1,1% dan Nasdaq 100 merosot 1,9% untuk kedua kalinya dalam tiga sesi, seiring aksi jual pada saham-saham AI seperti Nvidia hingga Palantir. Indikator volatilitas sempat menyentuh 20, mencerminkan kegelisahan pasar yang meningkat.

Di obligasi, harga Treasury melemah tipis di awal sesi Asia setelah reli besar sebelumnya, ketika imbal hasil 10-tahun mencatat penurunan harian terbesar dalam sebulan akibat lonjakan data PHK Oktober. Di sisi mata uang, Indeks Dolar Bloomberg bergerak datar setelah penurunan terdalam sejak pertengahan Oktober, sementara nada pejabat The Fed yang hawkish soal inflasi menahan spekulasi pemangkasan suku bunga terlalu cepat.

Secara global, MSCI All Country World Index menuju penurunan mingguan pertama dalam empat pekan. Investor yang sebelumnya mendorong reli karena harapan pemangkasan suku bunga dan tema pertumbuhan AI kini mempertanyakan hasil dari belanja modal jumbo sektor tersebut. Minimnya data resmi akibat penutupan pemerintah AS membuat pasar bergantung pada rilis swasta: Challenger, Gray & Christmas mencatat 153.074 PHK pada Oktober-hampir tiga kali lipat setahun lalu-tertinggi untuk bulan Oktober sejak 2003, memicu pandangan bahwa The Fed perlu lebih berhati-hati meski pasar uang kini menilai peluang pemangkasan bulan depan di atas 70%.

Di ekuitas, sorotan pada kebutuhan pendanaan OpenAI dan sejumlah perusahaan AI kian menekan sentimen-Nasdaq 100 kini hampir 4% di bawah rekor 29 Oktober meski masih naik -20% sejak awal tahun. Dari sisi kebijakan, AS mengusulkan pencabutan tarif impor peralatan industri kapal tertentu dari Tiongkok. Sementara itu, di komoditas, minyak menguat tipis namun tetap menuju penurunan mingguan kedua karena kekhawatiran kelebihan pasokan global. – PT Solid Gold Berjangka

Sumber: Newsmaker.id